Widiatmika School



Sun, 12 Dec 2021

Widifest dan Project-Based School, Program SMP Widiatmika yang Ungkap Bakat Terpendam Anak kepada Orang Tua


JIMBARAN - Widiatmika Junior High School Festival (Widifest) 2021 telah rampung digelar pada Jumat (10/12/2021). Dalam festival yang berlangsung sepekan itu, terungkap banyak bakat terpendam dari para SMP Widiatmika melalui acara panen hasil PjBS (Project-Based School), wadah para siswa belajar dengan menciptakan suatu karya dari hasil kreativitas mereka.

 

Rupanya, tak sedikit orangtua yang baru mengetahui bakat terpendam anak-anaknya melalui program ini. Salah satunya Kadek Handayani, ibunda Anak Agung Gede Wahyu Permana Putra alias Gung De, siswa kelas VIII SMP Widiatmika.

 

"Tiba-tiba saya diundang, anak saya terpilih untuk mempresentasikan karyanya di Widifest 2021," kata Kadek Handayani, ibunda Gung De, Sabtu (11/12/2021).

 

Di Widifest 2021, Gung De terpilih sebagai salah satu finalis. Lantas, apa yang ia buat?

 

"Dia membuat miniatur sepeda motor drag Harley Davidson dari kaleng, kabel, kemudian dipakaikan baterai sampai dinamo," ujar Kadek.

 

"Roda motornya bisa berputar. Saya pun tidak mengerti bagaimana caranya. Tiba-tiba dia tunjukkan ke saya di atas meja, lalu tiba-tiba motornya bisa jalan," lanjutnya.

 

Kadek mengaku sudah merasakan kreativitas sang buah hati yang sejak lama hobi membuat kerajinan-kerajinan unik. Jika tidak ada Widifest 2021, Kadek mengaku, barangkali ia tak pernah tahu bahwa putranya sanggup menciptakan kerajinan yang "canggih" seperti itu. Yang ia tahu hanya Gung De pernah meminta dibawakan sisa-sisa kabel dan katembat, yang ternyata ia sulap menjadi ban dan velg motor mungilnya.

 

"Sejak kelas V dan VI sudah mulai suka bikin-bikin, bahkan sering menjual kerajinannya. Dia pernah membuat layangan sendiri dan dia jual ke teman-temannya. Sejak dulu memang kreatif," kata Kadek.

 

"Kalau kita beli tongsis, dia malah bisa buat tongsis sendiri menggunakan kardus atau dari bahan bekas lain. Saya juga enggak tahu dari mana dia belajar. Nanti, kalau dia bosan, dia lanjut lagi dengan (kerajinan) yang lain. Saya tidak pernah mengajarinya." ucapnya.

 

Program PjBS mulai berlangsung sejak bulan Juli 2021 lalu.

 

Ni Luh Putu Reza Rosita, ketua panitia Widifest 2021, mengungkapkan, berdasarkan hasil wawancara acak dengan sejumlah anak, rupanya tak sedikit siswa SMP Widiatmika yang sering mencoba-coba hal-hal di luar pelajaran sekolah. Ada yang sering bereksperimen dengan masakan, musik, hingga membuat game. Namun, selama ini, bakat-bakat itu terpendam di rumah saja. Oleh karena beragamnya bakat dan potensi para murid, SMP Widiatmika menyediakan empat kategori dalam pelaksanaan PjBS. Ada kategori sains, teknologi, seni, sampai kewirausahaan.

 

Selama berkarya, guru-guru SMP Widiatmika juga memberikan pendampingan dan terbuka untuk konsultasi maupun pertanyaan para siswa. Bagi para pemenang, mereka akan mempresentasikan karya mereka di hadapan para tamu pameran, termasuk dari pihak pemerintah yang juga diundang. Dua hal ini ditujukan untuk melatih soft-skill para murid dalam kemampuan yang dianggap penting di masa kini, yaitu menulis dan berkomunikasi dengan baik. 

 

___ 

Baca berita lainnya di sini


BROSUR & FORMULIR PENDAFTARAN


  • PAUD/Kindergarden Widiatmika

  • SD/Elementary Widiatmika

  • SMP/Junior Widiatmika

  • SMA/Senior Widiatmika

  • SMK/Vocational Widiatmika