Wed, 28 Jan 2026
JIMBARAN – Siswa kelas XI SMK Widiatmika mengikuti kunjungan pendidikan ke Jawa pada 19–24 Januari 2026 sebagai bagian dari pembelajaran di luar kelas yang dirancang untuk memperluas wawasan, menumbuhkan kemandirian, serta melatih tanggung jawab siswa. Kegiatan ini berlangsung selama enam hari lima malam dengan rute Malang, Yogyakarta, Semarang, dan Solo.
Kunjungan pendidikan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas XI dengan pendampingan guru, wali kelas, serta tim pendamping sekolah. Selama perjalanan, siswa tinggal dan beraktivitas bersama dalam jadwal yang telah ditentukan sekolah, mulai dari keberangkatan, kunjungan institusi, hingga kepulangan ke Bali. Pola kegiatan ini sengaja dirancang agar siswa belajar mengatur diri, menjaga barang pribadi, dan disiplin mengikuti waktu kegiatan tanpa bergantung pada orang tua.
Kepala SMK Widiatmika, Ni Luh Putu Emayanti, M.Pd., menjelaskan bahwa kunjungan pendidikan menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual yang memberi pengalaman nyata kepada siswa.
“Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kemandirian, tanggung jawab, dan kedisiplinan siswa. Selain itu, siswa juga mendapatkan gambaran langsung tentang perguruan tinggi di luar Bali sebagai referensi untuk melanjutkan pendidikan,” ujarnya.
Selama kunjungan, siswa mendatangi sejumlah institusi pendidikan, di antaranya Universitas Bina Nusantara Malang, Universitas Gadjah Mada, serta SMK Raden Umar Said Kudus. Dalam kunjungan ini, siswa diajak melihat fasilitas pembelajaran dan praktik, memahami budaya belajar di jenjang yang lebih tinggi, serta mengenal berbagai pilihan program studi dan jalur pendidikan vokasi maupun akademik.
Selain kunjungan akademik, siswa juga mengikuti kegiatan pembelajaran di ruang publik dan budaya seperti Candi Borobudur, Keraton Yogyakarta, dan kawasan Malioboro. Kegiatan ini dimanfaatkan sebagai ruang belajar sosial, di mana siswa dilatih berkomunikasi, bekerja sama, serta beradaptasi dengan lingkungan baru di luar kelas dan luar daerah.
Selama kegiatan berlangsung, sekolah menerapkan sistem pendampingan dan pengawasan berjenjang untuk memastikan keamanan, kedisiplinan, serta kelancaran seluruh agenda. Guru pendamping memonitor kehadiran, aktivitas, serta kondisi siswa pada setiap titik kegiatan, sehingga pembelajaran tetap berjalan dalam suasana tertib dan terarah.
Emayanti menambahkan bahwa hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah perubahan sikap siswa dalam mengelola diri dan mengambil keputusan.
“Kami berharap siswa menjadi lebih percaya diri, memiliki orientasi masa depan yang lebih jelas, dan siap melanjutkan pendidikan atau memasuki dunia kerja,” katanya.
Melalui kunjungan pendidikan ini, SMK Widiatmika memperkuat pembelajaran yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang membentuk karakter, cara berpikir, dan kesiapan hidup siswa.
___