Siswa DKV SMK Widiatmika Uji Karya Visual Lewat Skema Content Creator dan Fotografer Junior

JIMBARAN – Siswa Desain Komunikasi Visual (DKV) SMK Widiatmika mengikuti Uji Kompetensi Keahlian (UKK) 2026 melalui skema Content Creator Junior dan Fotografer Junior. Dalam asesmen ini, siswa menunjukkan kemampuan dalam merancang, memproduksi, dan menyelesaikan karya visual sesuai standar kompetensi bidang kreatif.

Kepala SMK Widiatmika, Ni Luh Putu Emayanti, M.Pd., menjelaskan bahwa UKK SMK Widiatmika 2026 telah selesai dilaksanakan pada Rabu, 22 April 2026. Dari total 37 peserta UKK, sebanyak 20 siswa berasal dari jurusan DKV.

“Skema okupasi yang diambil, DKV ada dua yaitu Content Creator dan Fotografer Junior,” jelasnya.

Pada skema Content Creator Junior, siswa diuji dalam produksi konten multimedia. Berdasarkan kisi-kisi asesmen, kompetensi yang diujikan mencakup riset kreatif multimedia, penyusunan creative brief, pembuatan aset visual, pembuatan aset audio, serta penggabungan unsur audio dan visual menjadi satu karya. Dalam tugas praktik, peserta diminta membuat proposal project video dan menghasilkan karya sesuai tema yang dipilih, seperti iklan komersial produk UMKM di Bali, video tutorial multimedia, atau video tips dan trik multimedia.

Sementara itu, skema Fotografer Junior menilai kemampuan siswa dalam fotografi dari tahap persiapan hingga hasil akhir. Materi yang diujikan mencakup pemilihan jenis kamera, pemeriksaan perangkat kamera, pengaturan pencahayaan, ketajaman gambar, sudut pengambilan, latar depan dan latar belakang, komposisi, pemilihan foto, penyalinan foto digital, olah foto digital dasar, hingga pencetakan foto digital. Pada praktik demonstrasi, siswa diminta melakukan perekaman foto portrait melalui tahap praproduksi, produksi, dan pascaproduksi.

Menurut Ni Luh Putu Emayanti, persiapan UKK dilakukan secara intensif selama satu bulan sebelum pelaksanaan. Siswa mendapatkan pendampingan dari guru produktif, mulai dari penguatan teori, latihan praktik, hingga persiapan wawancara. Persiapan ini dilakukan karena proses uji kompetensi mencakup tes tulis, tes lisan, dan praktik sesuai okupasi yang dipilih.

“Pendampingan UKK intens dilakukan satu bulan sebelum UKK. Seluruh guru produktif memberikan pendampingan secara maksimal, mulai dari teori hingga praktik, bahkan persiapan wawancara. Karena proses Uji Kompetensi meliputi tes tulis, tes lisan, dan tes uji praktik sesuai dengan okupasi yang dipilih,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan UKK, asesor menilai siswa dari pemahaman, keterampilan, dan sikap kerja. Pada tahap praktik, penilaian mencakup penerapan SOP, grooming, kesiapan alat dan bahan, teknis pengerjaan, efisiensi langkah kerja, ketepatan, ketanggapan, hingga produk akhir yang dihasilkan.

“Aspek yang dinilai oleh asesor secara umum adalah hasil dari tes tulis, kemudian tes lisan, tes praktik. Pada tes praktik ini yang dinilai mulai dari SOP, grooming, persiapan alat dan bahan, teknis melakukan tugas sesuai skema okupasi, langkah-langkah kerja efisien, tepat dan tanggap. Hasil akhirnya adalah produk yang dihasilkan,” jelasnya.

Seluruh peserta UKK SMK Widiatmika 2026 dinyatakan Kompeten oleh Asesor LSP P1. Bagi siswa DKV, capaian ini menunjukkan bahwa pembelajaran visual di sekolah tidak hanya berhenti pada kemampuan desain, tetapi juga mencakup riset, perencanaan konsep, produksi konten, fotografi, dan penyelesaian karya sesuai kebutuhan bidang kreatif.

Setelah UKK selesai, SMK Widiatmika tetap mendampingi siswa kelas XII melalui Bursa Kerja Khusus (BKK). Pendampingan ini diberikan agar siswa dapat menyiapkan rencana setelah lulus, baik untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, bekerja, maupun berwirausaha.

“Tindak lanjut yang kami berikan adalah bimbingan karier melalui BKK yang ada di SMK. Melalui BKK ini, siswa mendapatkan pendampingan untuk rencana melanjutkan perguruan tinggi, bekerja, ataupun berwirausaha,” tambah Ni Luh Putu Emayanti.

Hasil UKK ini menjadi bagian dari proses pembelajaran DKV yang terhubung dengan kebutuhan industri kreatif. Siswa tidak hanya diuji untuk menghasilkan karya, tetapi juga untuk memahami tahapan, standar, dan tanggung jawab kerja di balik sebuah produk visual.

Similar Posts:
Komentar