JIMBARAN – Seluruh peserta Uji Kompetensi Keahlian (UKK) SMK Widiatmika tahun 2026 dinyatakan Kompeten oleh Asesor LSP P1. Kegiatan yang telah selesai dilaksanakan pada Rabu, 22 April 2026 ini diikuti oleh 37 siswa kelas XII dari tiga jurusan, yaitu Desain Komunikasi Visual (DKV), Perhotelan, dan Kuliner.
Kepala SMK Widiatmika, Ni Luh Putu Emayanti, M.Pd., menjelaskan bahwa UKK tahun ini diikuti oleh 20 siswa DKV, 8 siswa Perhotelan, dan 9 siswa Kuliner. Setiap jurusan mengikuti skema okupasi sesuai bidang keahlian masing-masing.
“Skema okupasi yang diambil, DKV ada dua yaitu Content Creator Junior dan Fotografer Junior. Perhotelan ada dua okupasi yaitu Room Attendant dan Guest Service Agent, sedangkan jurusan Kuliner mengambil satu okupasi yaitu Commis Chef,” jelasnya.
Menurut Emayanti, persiapan UKK dilakukan secara intensif selama satu bulan sebelum pelaksanaan. Siswa mendapatkan pendampingan dari guru produktif, mulai dari penguatan teori, latihan praktik, hingga persiapan wawancara. Persiapan ini dilakukan karena proses uji kompetensi tidak hanya berlangsung dalam bentuk praktik, tetapi juga mencakup tes tulis dan tes lisan.
“Pendampingan UKK intens dilakukan satu bulan sebelum UKK. Seluruh guru produktif memberikan pendampingan secara maksimal, mulai dari teori hingga praktik, bahkan persiapan wawancara. Karena proses Uji Kompetensi meliputi tes tulis, tes lisan, dan tes uji praktik sesuai dengan okupasi yang dipilih,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, asesor menilai berbagai aspek yang berkaitan dengan kesiapan kerja siswa. Penilaian tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi juga proses yang dilakukan selama asesmen. Pada tes praktik, siswa dinilai dari penerapan SOP, grooming, persiapan alat dan bahan, teknis pelaksanaan tugas, efisiensi langkah kerja, ketepatan, ketanggapan, hingga produk akhir yang dihasilkan.
“Aspek yang dinilai oleh asesor secara umum adalah hasil dari tes tulis, tes lisan, dan tes praktik. Pada tes praktik, yang dinilai mulai dari SOP, grooming, persiapan alat dan bahan, teknis melakukan tugas sesuai skema okupasi, langkah-langkah kerja yang efisien, tepat, dan tanggap. Hasil akhirnya adalah produk yang dihasilkan,” jelas Emayanti.
Hasil Kompeten bagi seluruh peserta menjadi capaian penting bagi SMK Widiatmika. Melalui UKK, siswa tidak hanya menyelesaikan proses pembelajaran di sekolah, tetapi juga menunjukkan kemampuan sesuai standar skema okupasi yang diikuti. Bagi siswa DKV, asesmen mengarah pada bidang konten digital dan fotografi. Siswa Perhotelan diuji dalam layanan kamar dan front office, sementara siswa Kuliner mengikuti skema Commis Chef yang berkaitan dengan kerja dapur profesional.
Setelah UKK selesai, SMK Widiatmika melanjutkan pendampingan bagi siswa kelas XII melalui Bursa Kerja Khusus (BKK). Pendampingan ini diberikan untuk membantu siswa menentukan langkah setelah lulus, baik yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, bekerja, maupun berwirausaha.
“Tindak lanjut yang kami berikan adalah bimbingan karier melalui BKK yang ada di SMK. Melalui BKK ini, siswa mendapatkan pendampingan untuk rencana melanjutkan perguruan tinggi, bekerja, ataupun berwirausaha,” tambahnya.