JIMBARAN – Uji Kompetensi Keahlian (UKK) 2026 jurusan Kuliner SMK Widiatmika menempatkan dapur sebagai ruang uji yang menuntut ketelitian sejak tahap awal. Melalui skema okupasi Commis Chef, siswa tidak hanya diminta menghasilkan hidangan, tetapi juga menunjukkan kemampuan bekerja secara tertib, bersih, dan sesuai standar dapur profesional.
Jurusan Kuliner menjadi salah satu kompetensi keahlian yang mengikuti UKK SMK Widiatmika 2026 pada Rabu, 22 April 2026. Sebanyak 9 siswa kelas XII mengikuti skema Commis Chef sebagai bagian dari asesmen kompetensi bidang kuliner.
Berdasarkan perangkat asesmen skema Commis Chef, kompetensi yang diuji mencakup banyak bagian dalam kerja dapur. Siswa dinilai dalam kemampuan mengorganisasi dan menyiapkan makanan, menggunakan metode dasar memasak, menerima dan menyimpan barang, mengelola persediaan, menjalankan keselamatan makanan, serta membersihkan lokasi dan peralatan dapur. Perangkat asesmen juga memuat pengolahan hidangan seperti appetizer dingin, sandwich, kaldu dan saus, sup, sayuran, telur, makanan berbahan tepung, unggas, seafood, daging, hingga porsi potongan daging yang terkontrol.
Pada unit Mengorganisir dan Menyiapkan Makanan, siswa dituntut memastikan perlengkapan dalam keadaan bersih, memilih bahan sesuai jumlah, jenis, dan mutu yang tepat, lalu menyiapkannya dalam bentuk serta waktu yang sesuai. Pada unit Menggunakan Metode Dasar Memasak, penilaian mencakup pemilihan peralatan, penerapan teknik memasak sesuai standar resep, serta evaluasi hasil kerja.
Asesmen ini juga menilai cara siswa menangani bahan makanan dengan karakter berbeda. Dalam perangkat Commis Chef, terdapat unit yang berkaitan dengan pengolahan seafood, daging, unggas, sayuran, telur, kaldu, saus, dan sup. Setiap bahan membutuhkan perlakuan yang berbeda, mulai dari pemilihan mutu, teknik pemotongan, pengolahan, penyajian, hingga penyimpanan agar kualitas makanan tetap terjaga.
Kepala SMK Widiatmika, Ni Luh Putu Emayanti, M.Pd., menjelaskan bahwa persiapan UKK dilakukan secara intensif selama satu bulan sebelum pelaksanaan. Guru produktif mendampingi siswa mulai dari penguatan teori, latihan praktik, hingga persiapan wawancara.
“Pendampingan UKK intens dilakukan satu bulan sebelum UKK. Seluruh guru produktif memberikan pendampingan secara maksimal, mulai dari teori hingga praktik, bahkan persiapan wawancara. Karena proses Uji Kompetensi meliputi tes tulis, tes lisan, dan tes uji praktik sesuai dengan okupasi yang dipilih,” ujarnya.
Selama asesmen berlangsung, siswa dinilai dari pemahaman, keterampilan, dan sikap kerja. Pada tes praktik, aspek yang diperhatikan meliputi penerapan SOP, grooming, kesiapan alat dan bahan, teknis pelaksanaan tugas, efisiensi langkah kerja, ketepatan, ketanggapan, serta hasil akhir yang dibuat.
“Aspek yang dinilai oleh asesor secara umum adalah hasil dari tes tulis, tes lisan, dan tes praktik. Pada tes praktik, yang dinilai mulai dari SOP, grooming, persiapan alat dan bahan, teknis melakukan tugas sesuai skema okupasi, langkah-langkah kerja yang efisien, tepat, dan tanggap. Hasil akhirnya adalah produk yang dihasilkan,” jelasnya.
Seluruh peserta UKK SMK Widiatmika 2026 dinyatakan Kompeten oleh Asesor LSP P1. Bagi jurusan Kuliner, capaian ini menunjukkan bahwa pembelajaran praktik di sekolah telah diarahkan pada standar kerja yang tidak hanya menekankan rasa dan tampilan makanan, tetapi juga kedisiplinan dalam menjalankan setiap tahapan.
UKK Kuliner tahun ini memperlihatkan bahwa kompetensi seorang calon tenaga dapur dibangun dari proses yang lengkap. Sebelum hidangan tersaji, ada ketelitian membaca instruksi, kesiapan mengelola bahan, kebersihan area kerja, penguasaan teknik, serta tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas sampai akhir.