JIMBARAN – Program Keahlian Perhotelan SMK Widiatmika memperkuat hospitality skills siswa melalui skema Room Attendant dan Guest Service Agent dalam Uji Kompetensi Keahlian (UKK) 2026. Dua skema ini memberi ruang bagi siswa untuk memahami layanan hotel secara lebih utuh, mulai dari housekeeping, penyiapan kamar, komunikasi tamu, hingga pelayanan front office.
UKK SMK Widiatmika 2026 telah selesai dilaksanakan pada Rabu, 22 April 2026. Dari total 37 peserta UKK, sebanyak 8 siswa berasal dari jurusan Perhotelan. Seluruh peserta UKK SMK Widiatmika 2026 dinyatakan Kompeten oleh Asesor LSP P1.
Kepala SMK Widiatmika, Ni Luh Putu Emayanti, M.Pd., menjelaskan bahwa siswa Perhotelan mengikuti dua skema okupasi yang berkaitan langsung dengan standar layanan hotel. Dua skema tersebut memberi gambaran tentang ruang kerja utama dalam industri perhotelan, yaitu layanan kamar dan pelayanan front office.
“Room Attendant berfokus pada layanan kamar, sedangkan Guest Service Agent mengarah pada pelayanan front office atau reception,” jelasnya.
Dalam skema Room Attendant, siswa dinilai pada pekerjaan yang berkaitan dengan layanan kamar dan housekeeping. Kompetensi yang diuji mencakup prosedur klerikal, kebersihan di tempat kerja, pembersihan area dan peralatan, kesehatan dan keselamatan kerja, komunikasi bahasa Inggris tingkat operasional dasar, layanan housekeeping, turn down service, room butler, lost and found, penanganan keluhan, keamanan lingkungan kerja, serta administrasi.
Sementara itu, skema Guest Service Agent berfokus pada pelayanan akomodasi reception, terutama dalam situasi check-in dan check-out. Pada skema ini, siswa dinilai dalam komunikasi bahasa Inggris, hubungan dengan tamu, penggunaan sistem reservasi komputer, pengelolaan data, kerja sama dengan kolega dan pelanggan, layanan reception, promosi produk dan jasa, transaksi keuangan, komunikasi telepon, pencatatan pesan, hingga penanganan konflik.
Sebelum mengikuti UKK, siswa Perhotelan mendapatkan pendampingan dari guru produktif melalui penguatan teori, latihan praktik, dan persiapan wawancara. Persiapan ini membantu siswa menghadapi asesmen yang mencakup tes tulis, tes lisan, dan praktik sesuai skema okupasi yang dipilih.
Pada praktik Room Attendant, ketelitian menjadi hal utama. Siswa perlu memahami cara menyiapkan kamar, memilih peralatan, menjaga kebersihan area kerja, menggunakan bahan pembersih secara aman, menangani kebutuhan tamu, serta menjaga barang dan lingkungan kerja. Layanan kamar tidak hanya dilihat dari hasil akhir yang rapi, tetapi juga dari konsistensi siswa dalam mengikuti standar kerja hotel.
Dalam skema Guest Service Agent, kemampuan komunikasi dan administrasi menjadi perhatian penting. Siswa dilatih berada di titik awal interaksi dengan tamu, mulai dari menyambut, mendengar kebutuhan pelanggan, mengelola informasi reservasi, berkomunikasi melalui telepon, mencatat pesan, hingga merespons situasi layanan dengan sikap profesional.
“Pada tes praktik, yang dinilai mulai dari SOP, grooming, persiapan alat dan bahan, teknis melakukan tugas sesuai skema okupasi, langkah-langkah kerja yang efisien, tepat, dan tanggap. Hasil akhirnya adalah produk yang dihasilkan,” jelas Ni Luh Putu Emayanti.
Bagi siswa Perhotelan, Room Attendant dan Guest Service Agent memperlihatkan dua sisi penting dalam layanan hotel. Housekeeping menuntut ketelitian di ruang yang sering tidak terlihat langsung oleh tamu, sedangkan front office menuntut komunikasi, kecepatan membaca situasi, dan kesiapan menghadapi berbagai kebutuhan layanan.
Hasil Kompeten dalam UKK 2026 menjadi penguatan bagi siswa Perhotelan SMK Widiatmika untuk melangkah ke tahap berikutnya. Mereka dibiasakan memahami bahwa pengalaman tamu yang baik dibangun dari banyak detail kecil yang dikerjakan dengan teliti, ramah, dan profesional.