Kartini Care Day, Widiatmika Hadirkan Aksi Kepedulian Lewat Donor Darah dan Cek Kesehatan

JIMBARAN – Perayaan Hari Kartini di lingkungan Sekolah Widiatmika pada Jumat, 17 April 2026 juga diisi dengan kegiatan sosial bertajuk Kartini Care Day, yang menghadirkan donor darah dan cek kesehatan bagi orang tua siswa dan masyarakat sekitar.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara unit PAUD, SD, dan SMP Widiatmika bersama Komite Sekolah, yang berlangsung di Aula Kanthi Widya di tengah rangkaian perayaan Kartini di lingkungan sekolah.

Sebanyak 38 pendonor tercatat berpartisipasi dalam kegiatan donor darah pada hari tersebut. Para peserta datang secara bergantian sejak pagi, menjalani proses pemeriksaan awal sebelum dinyatakan layak untuk mendonor, dengan pendampingan tenaga medis selama kegiatan berlangsung.

Selain donor darah, kegiatan ini juga menghadirkan layanan cek kesehatan yang dimanfaatkan oleh peserta. Pemeriksaan meliputi kesehatan mata oleh JEC Bali Denpasar, serta cek kesehatan umum seperti kolesterol, gula darah, asam urat, dan tekanan darah yang difasilitasi oleh Klinik Pratama Bintang Medical dan KK Indonesia.

Kepala PAUD Widiatmika, Ni Made Budiadnyani, S.Pd., menyebut bahwa keterlibatan orang tua dan komite dalam kegiatan ini menjadi bagian penting yang dapat dilihat langsung oleh anak-anak. Menurutnya, kehadiran mereka menunjukkan bahwa proses pendidikan tidak berjalan sendiri, tetapi merupakan hasil kerja sama antara sekolah, orang tua, dan lingkungan sekitar.

“Anak-anak bisa melihat bahwa kegiatan di sekolah adalah hasil kebersamaan. Dari situ, mereka belajar tentang gotong royong, merasa didukung, dan tumbuh rasa percaya diri karena melihat orang-orang terdekat terlibat dalam proses belajar mereka,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan seperti ini menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual di PAUD, di mana anak-anak belajar melalui pengalaman langsung. Melalui pengamatan terhadap kegiatan di sekitarnya, anak-anak mulai mengenal nilai kepedulian, kerja sama, serta memahami lingkungan sosial secara lebih nyata.

Kegiatan berlangsung sejak pagi dengan alur yang tertib. Peserta datang, menunggu giliran, menjalani pemeriksaan, lalu kembali setelah proses selesai. Di waktu yang sama, aktivitas perayaan Kartini berlangsung di ruang-ruang lain di sekolah, menghadirkan dua suasana yang berjalan beriringan dalam satu rangkaian kegiatan.

Similar Posts:
Komentar