JIMBARAN – Ketua Komite SMP Widiatmika, Ni Made Kristina Nuryanti, S.Si., Apt., menegaskan bahwa perjuangan perempuan belum selesai dan masih perlu terus dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu ia sampaikan saat memberikan sambutan dalam Perayaan Hari Kartini di SMP Widiatmika pada Jumat, 17 April 2026.
Dalam sambutannya, ia menyoroti bahwa semangat Kartini tidak cukup dipahami hanya sebagai peringatan tahunan, melainkan sebagai pengingat bahwa perempuan hingga hari ini masih terus berjuang untuk mewujudkan mimpi, memperjuangkan hak, dan menunjukkan bahwa mereka mampu berdiri sejajar dengan laki-laki. Ia juga mengaitkan semangat tersebut dengan realitas yang kini semakin terlihat, ketika semakin banyak perempuan hadir sebagai sosok yang kuat dan memimpin di berbagai ruang kehidupan.
“Perjuangan perempuan belum selesai. Kita harus terus belajar, terus berkembang, dan menunjukkan bahwa perempuan mampu berdiri sejajar, bahkan memimpin dengan karakter dan integritas,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menggambarkan perempuan masa kini sebagai pribadi yang menjalani banyak peran sekaligus. Dalam pandangannya, perempuan sering kali dituntut untuk mampu hadir di berbagai ruang pada saat yang sama. Mereka dapat menjadi sosok yang menopang keluarga, mengambil tanggung jawab besar, dan tetap menjalankan peran lain yang tidak kalah penting. Karena itu, menurutnya, perjuangan perempuan tidak bisa dilihat sebagai sesuatu yang sudah selesai, tetapi justru terus bergerak bersama tantangan yang dihadapi setiap hari.
Ia juga menekankan bahwa kekuatan perempuan tidak hanya terletak pada kemampuannya menjalankan banyak hal sekaligus, tetapi juga pada keteguhan untuk tetap berpendidikan, kuat, dan tidak rapuh dalam menghadapi keadaan. Dalam sambutannya, ia mengingatkan bahwa perempuan perlu terus tumbuh sebagai pribadi yang berdaya, tanpa kehilangan nilai-nilai yang menjadi landasan dalam kehidupan.
Selain berbicara tentang perjuangan personal, ia juga menghubungkan peran perempuan dengan kehidupan yang lebih luas. Menurutnya, perempuan tidak hanya berjuang untuk dirinya sendiri, tetapi juga membawa tanggung jawab untuk ikut menjaga nama baik masyarakat, bangsa, dan negara. Pada bagian akhir sambutannya, ia menegaskan keyakinannya bahwa kemajuan bangsa sangat terkait dengan kemampuan perempuan Indonesia untuk terus berdaya dan berkembang. Ia merangkum gagasan itu dalam penegasan bahwa perempuan yang kuat akan membawa Indonesia menuju keberhasilan.
Sambutan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam Perayaan Hari Kartini di SMP Widiatmika. Pada hari yang sama, sekolah juga mengadakan beberapa kegiatan yang melibatkan siswa dan orang tua, seperti lomba menulis cerpen bertema Habis Gelap Terbitlah Terang, lomba merangkai buket bunga bersama orang tua, serta pemilihan Putri Kartini SMP Widiatmika. Rangkaian kegiatan ini tidak hanya menghadirkan suasana perayaan, tetapi juga memberi ruang bagi siswa untuk memaknai kembali nilai-nilai yang diperjuangkan Kartini.
Melalui sambutan Ketua Komite dan rangkaian kegiatan yang berlangsung, Perayaan Hari Kartini di SMP Widiatmika tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bahwa semangat Kartini masih relevan untuk dibicarakan kepada generasi muda, terutama tentang keberanian untuk bermimpi, kekuatan untuk terus belajar, dan kesadaran bahwa perjuangan menuju kesetaraan masih perlu dijaga bersama.