Kreasi Jajanan Pasar Antarkan Siswa SMK Widiatmika ke Lima Besar IPA Bali Championship

Kreasi Jajanan Pasar Antarkan Siswa SMK Widiatmika ke Lima Besar IPA Bali Championship

DENPASAR – Siswa SMK Widiatmika, Luhtu Oktaviani, berhasil menembus lima besar kategori Display Modern Indonesian Snack (Jajan Pasar) Hantaran dalam IPA Bali Championship 2026. Kompetisi yang diselenggarakan Indonesia Pastry Alliance (IPA) Bali tersebut berlangsung di IHMS Campus, Jalan Kebo Ireng, Padangsambian Kaja, Denpasar, Minggu (16/8/2026).

Capaian tersebut diraih dalam kompetisi kuliner dan pastry pertama yang diikuti Luhtu. Bersama guru pembimbing Ni Wayan Mistari Nuningsih, ia hanya memiliki waktu sekitar lima hari untuk mempersiapkan diri, mulai dari mematangkan resep, menyesuaikan penggunaan bahan yang diwajibkan dalam kompetisi, hingga berlatih menampilkan lima jenis jajanan dalam satu hantaran.

“Saya senang dan bersyukur bisa masuk lima besar. Kompetisi ini menjadi pengalaman baru bagi saya dan membuat saya semakin tertarik untuk mengembangkan kemampuan di bidang kuliner dan pastry,” ujar Luhtu.

Dalam kompetisi tersebut, Luhtu menghadirkan klepon, nona manis, nagasari nangka, wingko babat, dan misro singkong. Lima jajanan tradisional tersebut dikembangkan dengan sentuhan modern melalui pengolahan warna, bentuk, dan penyajian. Nuansa merah putih turut menjadi bagian dari konsep hantaran untuk menyesuaikan dengan tema Indonesia’s Independence Day Celebration.

Kategori yang diikuti Luhtu terbuka bagi peserta dari kalangan pelajar, profesional, dan pelaku UMKM. Peserta ditantang menghadirkan lima jenis jajanan Indonesia modern, manis dan gurih, dengan memperhatikan kreativitas, harmoni warna, serta keseimbangan estetika. Penyelenggara juga menetapkan penggunaan sejumlah bahan wajib dan waktu penataan display yang terbatas.

Kondisi tersebut membuat kemampuan teknis bukan menjadi satu-satunya hal yang diuji. Luhtu harus mengatur waktu, menjaga kerapian penyajian, sekaligus membangun koordinasi dengan helper agar seluruh bagian hantaran dapat diselesaikan sesuai ketentuan.

“Dalam kompetisi saya belajar bahwa bukan hanya rasa yang penting, tetapi juga kreativitas, kebersihan, kerapian, ketepatan waktu, dan kerja sama dengan helper. Saya juga belajar untuk tetap tenang dan fokus walaupun berada di bawah tekanan,” katanya.

Mistari mengatakan proses persiapan berlangsung cukup intensif karena waktu yang tersedia hanya sekitar lima hari. Selama latihan, Luhtu mempersiapkan lima jenis jajanan sekaligus melakukan penyesuaian resep dengan bahan-bahan yang diwajibkan penyelenggara.

Menurut Mistari, perkembangan Luhtu terlihat terutama dalam kemampuan mengatur kerja bersama helper. Ia juga menilai Luhtu memiliki kemampuan yang cukup luas di bidang kuliner, tidak hanya pastry, tetapi juga pada pengolahan hot kitchen dan cold kitchen.

“Yang menjadi kekuatannya adalah ketenangan dalam menghadapi tekanan saat bekerja. Hal itu yang membuat Luhtu mampu tetap siap ketika menghadapi berbagai situasi selama kompetisi,” ujar Mistari.

Pengalaman mengikuti IPA Bali Championship 2026 juga memberi Luhtu kesempatan untuk menguji keterampilan yang selama ini dipelajarinya dalam situasi kompetisi dengan standar, waktu, dan tekanan kerja yang berbeda. Dari proses tersebut, ia dapat melihat kemampuan yang sudah dikuasai sekaligus bagian yang perlu dipersiapkan lebih matang untuk kompetisi berikutnya.

Proses pengembangan kemampuan Luhtu pun berlanjut setelah kompetisi ini. Mistari mengatakan, Luhtu akan kembali dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi ICA yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026. Pengalaman dari IPA Bali Championship menjadi salah satu bekal untuk memperkuat persiapan, baik dari sisi teknis, manajemen waktu, maupun kesiapan menghadapi tekanan kompetisi.

Similar Posts:
Komentar