JIMBARAN – Hari-hari pertama di sekolah menjadi pengalaman penting bagi setiap anak. Karena itu, PAUD Widiatmika merancang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah sebagai ruang adaptasi yang aman, nyaman, menyenangkan, dan bermakna agar anak dapat mengenal lingkungan sekolah tanpa rasa takut maupun tertekan. Kegiatan ini berlangsung selama 13–17 Juli 2026 dengan berbagai aktivitas yang disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak usia dini.
Kepala PAUD Widiatmika, Ni Made Budiadnyani, S.Pd., mengatakan bahwa proses adaptasi anak tidak dilakukan melalui pembelajaran formal, melainkan dengan menciptakan suasana yang hangat sehingga anak merasa diterima sejak hari pertama berada di sekolah.
“Kami menciptakan suasana yang hangat, aman, dan menyenangkan. Anak diajak mengenal sekolah melalui bermain, berinteraksi, dan membangun kedekatan dengan guru sehingga mereka merasa diterima dan siap bertumbuh,” ujarnya.
Selama MPLS, anak-anak mengikuti berbagai kegiatan, seperti afirmasi positif, happy games and song, Brain Gym, yoga, Senam Anak Indonesia Hebat, pengenalan kelas, hingga pembiasaan makan sehat. Beragam aktivitas tersebut dipilih untuk membantu anak mengenal rutinitas sekolah secara bertahap melalui pengalaman yang menyenangkan.
Menurut Budiadnyani, pendekatan tersebut didasarkan pada keyakinan bahwa anak akan lebih mudah belajar ketika merasa bahagia dan nyaman.
“Kami percaya anak belajar terbaik saat bahagia. Kegiatan ini membantu anak merasa percaya diri, tenang, sehat, fokus, dan siap mengikuti proses belajar dengan penuh semangat,” katanya.
Selain membangun suasana yang positif, MPLS juga mengenalkan berbagai kebiasaan sederhana, seperti mengenal kelas, aturan bersama, loker, hingga toilet training. Pembiasaan tersebut menjadi bagian dari proses menumbuhkan kemandirian sejak usia dini.
“Pembiasaan sederhana membangun rasa aman, kemandirian, dan tanggung jawab. Dari kebiasaan baik setiap hari, anak belajar mengurus dirinya dan beradaptasi dengan lingkungan sekolah,” jelasnya.
PAUD Widiatmika juga melibatkan orang tua dalam proses adaptasi selama pelaksanaan MPLS. Sekolah memberikan kesempatan kepada orang tua untuk mendampingi anak pada masa-masa awal, kemudian secara bertahap mendorong anak membangun rasa percaya diri bersama guru dan teman-temannya. Pendekatan ini diharapkan membuat proses transisi dari rumah ke sekolah berlangsung lebih nyaman bagi setiap anak.
“Kami melibatkan orang tua sebagai mitra. Pendampingan dilakukan secara bertahap sehingga anak merasa aman, kemudian perlahan belajar percaya diri dan mandiri bersama guru,” tutur Budiadnyani.
Melalui MPLS Ramah, PAUD Widiatmika berharap pengalaman pertama anak di sekolah menjadi awal yang menyenangkan sekaligus membangun fondasi bagi perkembangan mereka pada tahun-tahun berikutnya.
“Harapan kami, setiap anak datang ke sekolah dengan hati gembira, merasa aman, percaya diri, serta siap belajar, bermain, dan bertumbuh menjadi versi terbaik dirinya,” pungkasnya.