Siswa Kelas VI SD Widiatmika Ikuti Perkemahan Pramuka, Bangun Karakter Lewat Pengalaman Nyata

Pendidikan yang memberi ruang bagi anak untuk tumbuh menjadi dirinya sendiri.

Foto: Siswa kelas VI mengikuti latihan baris berbaris sebagai bagian dari pembinaan Pramuka Penggalang, melatih kedisiplinan, kekompakan, dan kesiapan dalam setiap gerakan.

JIMBARAN – Siswa kelas VI SD Widiatmika mengikuti kegiatan Perkemahan Pramuka yang berlangsung pada Jumat hingga Sabtu, 10–11 April 2026 di lingkungan sekolah. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembinaan karakter siswa dalam tahap Pramuka Penggalang, sekaligus ruang belajar yang dirancang melalui pengalaman langsung.

Kepala SD Widiatmika, I Putu Edi Purwanta, S.Pd., menjelaskan bahwa perkemahan ini merupakan bagian dari tahapan penting dalam pendidikan kepramukaan di sekolah.

“Perkemahan Pramuka tahun ini merupakan bagian dari proses pembinaan pada tahap Penggalang. Di fase ini, siswa tidak hanya memahami nilai, tetapi mulai menjalankannya dalam perilaku nyata. Perkemahan menjadi ruang bagi mereka untuk meneguhkan jati diri sebagai Pramuka Penggalang yang berpegang pada Tri Satya dan Dasa Dharma,” ujarnya.

Perkemahan diawali dengan kegiatan check-in peserta pada Jumat siang, dilanjutkan dengan pembukaan resmi di lapangan upacara. Setelah itu, siswa mulai memasuki rangkaian kegiatan utama, salah satunya ekspedisi lingkungan di sekitar sekolah. Dalam kegiatan ini, siswa bergerak dalam kelompok untuk menyusuri rute yang telah ditentukan sambil menyelesaikan berbagai tantangan yang diberikan pembina .

Memasuki sore hari, kegiatan berlanjut pada persiapan makan malam yang dilakukan bersama di lapangan. Siswa terlibat langsung dalam proses sederhana sebelum kemudian melanjutkan kegiatan malam.

Foto: Siswa bekerja sama menyelesaikan tugas keterampilan kepramukaan, melatih ketelitian dan koordinasi melalui praktik langsung di lapangan.

Suasana perkemahan berlanjut dengan api unggun yang digelar di lapangan. Dalam momen ini, setiap regu tampil secara bergantian, menciptakan suasana yang lebih cair setelah rangkaian aktivitas sejak siang. Kegiatan malam kemudian ditutup dengan istirahat di tenda masing-masing.

Keesokan harinya, siswa memulai aktivitas sejak pagi dengan senam bersama, dilanjutkan kegiatan kebersihan area perkemahan. Seluruh rangkaian kemudian mencapai puncaknya pada prosesi pelantikan Pramuka Penggalang, sebelum kegiatan ditutup secara resmi dan siswa kembali ke rumah masing-masing .

Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan tidak disusun sebagai aktivitas terpisah, tetapi sebagai satu kesatuan pengalaman yang saling terhubung. Ekspedisi lingkungan, misalnya, tidak hanya menjadi kegiatan fisik, tetapi juga melatih ketangguhan, kerja sama regu, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Sementara itu, api unggun menjadi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan diri dan membangun kepercayaan diri, sekaligus mempererat hubungan antarsiswa dalam suasana yang lebih santai. Puncak kegiatan, yakni pelantikan Pramuka Penggalang, menjadi bagian yang menandai kesiapan siswa dalam melanjutkan tahap kepramukaan mereka.

Foto: Siswa membentuk lingkaran mengelilingi api unggun di lapangan sekolah, mengikuti rangkaian kegiatan malam dalam Perkemahan Pramuka SD Widiatmika.

“Di momen pelantikan, siswa meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai yang menjadi dasar dalam kepramukaan. Nilai seperti integritas, kemandirian, disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, hingga gotong royong diharapkan tidak berhenti di kegiatan ini, tetapi menjadi bagian dari keseharian mereka,” lanjutnya.

Lebih lanjut, kegiatan ini dirancang dengan pendekatan learning by doing, sehingga setiap aktivitas memiliki tujuan pembelajaran yang jelas. Pembina dan guru hadir mendampingi siswa sepanjang kegiatan, tidak hanya untuk memastikan kelancaran, tetapi juga memberi arahan dan membantu siswa memahami pengalaman yang mereka jalani.

Dengan pendekatan tersebut, perkemahan tidak berhenti sebagai kegiatan dua hari, tetapi menjadi bagian dari proses pembelajaran yang berkelanjutan. Pengalaman di lapangan diharapkan dapat terhubung dengan pembelajaran di kelas, sehingga siswa tidak hanya mengikuti kegiatan, tetapi juga membawa pulang pemahaman yang lebih utuh tentang peran dan tanggung jawab mereka sebagai Pramuka Penggalang.

Similar Posts:
Komentar