Kurikulum SD Widiatmika Perkuat Karakter, Kearifan Lokal, dan Koding

JIMBARAN – Penguatan pendidikan karakter, pelestarian kearifan lokal, hingga pengembangan pembelajaran koding menjadi bagian dari penyempurnaan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) SD Widiatmika Tahun Pelajaran 2026/2027. Berbagai penguatan tersebut dibahas dalam kegiatan Review Kurikulum yang berlangsung pada Senin, 6 Juli 2026, sebagai upaya menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan pendidikan.

Review kurikulum dipimpin Kepala SD Widiatmika, I Putu Edi Purwanta, S.Pd., bersama pengawas sekolah, tim pengembang kurikulum, dan seluruh guru. Pembahasan tidak hanya mencakup struktur pembelajaran di kelas, tetapi juga berbagai program yang membentuk pengalaman belajar siswa melalui kegiatan kokurikuler, ekstrakurikuler, hingga budaya sekolah.

Kepala SD Widiatmika, I Putu Edi Purwanta, S.Pd., mengatakan bahwa kurikulum perlu terus berkembang agar mampu mempersiapkan peserta didik menghadapi perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter yang menjadi fondasi pendidikan.

“Kurikulum harus mampu menjawab kebutuhan masa depan, tetapi pada saat yang sama tetap menanamkan karakter, budaya, dan nilai-nilai yang menjadi bekal anak dalam kehidupan sehari-hari.”

Salah satu pembahasan utama adalah pengorganisasian pembelajaran yang terdiri atas kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, aktualisasi budaya sekolah, beban mengajar, dan kalender pendidikan. Setiap komponen disusun agar saling mendukung dalam mencapai profil lulusan yang diharapkan, sehingga pengalaman belajar siswa tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui berbagai aktivitas sekolah.

Pada kegiatan kokurikuler, SD Widiatmika menerapkan sistem blok dengan dua tema utama. Semester pertama mengangkat Kearifan Lokal sebagai ruang bagi siswa untuk mengenal budaya, lingkungan, dan identitas daerahnya. Sementara pada semester kedua, tema Kewirausahaan dirancang untuk melatih kreativitas, kemandirian, serta kemampuan memecahkan masalah melalui pengalaman belajar yang kontekstual. Setiap tema dilengkapi dengan target capaian, dimensi profil lulusan, alokasi waktu, dan mekanisme evaluasi yang jelas.

Review kurikulum juga membahas pengembangan pembelajaran koding yang dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler. Penempatan tersebut akan disesuaikan dengan tujuan pembelajaran dan sistem penilaian pada masing-masing program, sehingga implementasinya tetap relevan dengan karakteristik peserta didik di jenjang sekolah dasar.

Selain penguatan kompetensi akademik, sekolah juga memperkuat berbagai program pendidikan karakter melalui aktualisasi budaya sekolah. Program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pendidikan Anti Korupsi, Pendidikan Anti Narkoba, serta pendidikan inklusif menjadi bagian dari pengembangan kurikulum yang diterapkan melalui pembiasaan harian, mingguan, bulanan, hingga tahunan. Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk karakter siswa secara bertahap melalui pengalaman yang konsisten di lingkungan sekolah.

Pada pembahasan pendidikan inklusif, peserta workshop juga meninjau mekanisme pendampingan peserta didik sejak proses penerimaan murid baru. Dokumen kurikulum akan memuat bentuk layanan yang diberikan sekolah, termasuk kerja sama dengan psikolog untuk mendukung kebutuhan belajar setiap anak sesuai karakteristiknya.

Penguatan pembelajaran juga terlihat pada struktur mata pelajaran. Bahasa Inggris untuk kelas awal serta muatan Bahasa Bali sebagai bagian dari kearifan lokal menjadi perhatian dalam penyusunan kurikulum. Sementara pembelajaran Seni Budaya disesuaikan dengan fase perkembangan peserta didik agar materi yang diberikan lebih relevan dengan karakteristik usia siswa.

Berbagai penyempurnaan tersebut menjadi bagian dari Kurikulum Satuan Pendidikan SD Widiatmika Tahun Pelajaran 2026/2027 yang akan diterapkan pada awal tahun ajaran baru. Melalui penguatan karakter, pelestarian budaya lokal, dan pengembangan kompetensi masa depan, sekolah berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya membekali siswa dengan pengetahuan, tetapi juga membentuk pribadi yang berkarakter, adaptif, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

Similar Posts:
Komentar