KEDONGANAN – Malam pelepasan siswa kelas XII SMA dan SMK Widiatmika menjadi momen berkesan bagi Christina Felicia Putri dan I Gede Rai Wisnu Putra. Keduanya diumumkan sebagai lulusan terbaik SMA Widiatmika Tahun 2026 dalam acara yang digelar di Platinum Hotel Jimbaran Beach Bali, Jumat, 5 Juni 2026.
Christina Felicia Putri, atau yang akrab disapa Feli, merupakan siswa kelas XII 1 dengan rata-rata nilai 94,77. Sementara itu, I Gede Rai Wisnu Putra dari kelas XII 2 meraih rata-rata nilai 95,25.
Capaian keduanya juga berlanjut ke jenjang pendidikan tinggi. Feli diterima di Fakultas Hukum Universitas Udayana, sedangkan Rai Wisnu diterima di jurusan Arsitektur BINUS University dan berhasil meraih beasiswa. Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri, terlebih karena sejalan dengan minat Rai pada bidang arsitektur dan desain.
Bagi Rai Wisnu, penghargaan sebagai lulusan terbaik menjadi hasil dari proses yang sudah dijalani sejak awal masuk SMA. Ia mengaku senang karena usaha yang dilakukan sejak kelas X akhirnya membuahkan hasil sesuai harapan.
“Pastinya senang, karena apa yang sudah diusahakan dari awal kelas X membuahkan hasil yang sesuai dengan harapan. Berjalan beriringan saja, kadang fokus belajar, tugas, organisasi, main sama teman, tapi selalu berusaha yang terbaik,” ungkap Rai.
Rai menilai, capaian sebagai lulusan terbaik tidak hanya ditentukan oleh nilai ulangan. Menurutnya, keaktifan di kelas, komunikasi selama pembelajaran, dan keterlibatan siswa dalam proses belajar juga menjadi bagian penting dari penilaian.
Selama bersekolah di SMA Widiatmika, Rai mengenang suasana sekolah sebagai pengalaman yang menyenangkan. Kebersamaan dengan teman-teman membuat banyak hal selalu bisa terasa seru, baik saat belajar, mengerjakan tugas, mengikuti organisasi, maupun menjalani keseharian bersama.
Perasaan campur aduk juga ia rasakan setelah lulus. Di satu sisi, Rai tidak sabar melanjutkan ke jenjang berikutnya dan merasakan hal baru. Namun di sisi lain, ia juga mulai merasa sedih karena sudah terlalu akrab dengan teman-teman dan lingkungan sekolah.
“Sebenarnya tidak sabar lanjut ke jenjang selanjutnya karena ingin merasakan hal baru, tapi makin ke sini makin sedih karena sudah terlalu akrab dan solid sama semua teman-teman dan lingkungan di sekolah,” ujarnya.
Ke depan, Rai berharap dapat menjadi pribadi yang membanggakan keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Ketertarikannya pada arsitektur dan desain kini mulai ia lanjutkan melalui pilihan studinya di BINUS University.
“Pengen jadi orang yang bisa membanggakan keluarga dan orang sekitar, pengen jadi orang sukses di bidangnya, astungkara. Pengen jadi arsitek atau orang di bidang desain,” tambahnya.
Sementara itu, Feli menyampaikan kesan dan pesan mewakili teman-temannya dalam acara pelepasan tersebut. Dalam sambutannya, ia bercerita bahwa hari kelulusan menjadi momen yang sudah lama dinantikan, tetapi juga membawa rasa sedih karena para siswa harus berpisah dengan banyak kenangan yang telah dijalani bersama.
Feli mengenang awal masuk SMA Widiatmika sebagai masa yang penuh kecanggungan. Ia masuk tiga bulan setelah pembelajaran dimulai, ketika banyak siswa masih belum saling mengenal. Namun, dari situ, ia menemukan banyak cerita, pertemanan, dan pengalaman yang akan selalu diingat.
“Kita masih canggung, masih belum kenal satu sama lain, masih malu-malu datang sebagai orang yang belum saling mengenal dan sekarang pulang sebagai orang yang memiliki banyak kenangan. Di sekolah ini saya belajar bukan hanya tentang materi, tentang pelajaran, tentang rumus, pengertian atau apa pun, tapi saya belajar bagaimana caranya saya bisa jadi orang yang bisa berpengaruh ke depannya,” ungkap Feli.
Dalam sambutannya, Feli juga menyampaikan terima kasih kepada guru, orang tua, dan teman-teman seangkatannya. Ia menyebut tiga tahun di sekolah terasa panjang di awal, tetapi terasa cepat ketika akhirnya sampai pada hari kelulusan.
Feli menggambarkan angkatannya sebagai angkatan yang unik. Ia mengenang berbagai cerita kecil yang membuat masa sekolah terasa berbeda, dari candaan di kelas hingga kebersamaan yang menurutnya tidak mudah ditemukan di tempat lain.
“Terima kasih untuk semua tawa, semua hiburan yang sudah kita jalani bareng-bareng. Terima kasih buat bercandaannya tiga tahun terakhir. Saya senang bisa ketemu angkatan ini,” tutupnya.