SMP Widiatmika Petakan Kesiapan Belajar Siswa Baru Sejak Awal Tahun Ajaran

SMP Widiatmika Petakan Kesiapan Belajar Siswa Baru Sejak Awal Tahun Ajaran

JIMBARAN – SMP Widiatmika mulai memetakan kesiapan belajar siswa baru melalui serangkaian asesmen yang dilaksanakan pada pekan pertama tahun ajaran 2026/2027. Kegiatan tersebut meliputi identifikasi kondisi sosial-emosional dan konsentrasi belajar, asesmen literasi dan numerasi, serta identifikasi bakat dan minat sebagai bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Ketua Panitia MPLS SMP Widiatmika, I Putu Adi Susanta, S.Or., mengatakan rangkaian asesmen tersebut menjadi langkah awal bagi sekolah untuk mengenali kondisi setiap siswa sehingga proses pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan mereka.

“Kegiatan tersebut sangat penting agar sekolah dapat mengetahui kondisi tiap calon siswa, mulai dari faktor fisik dan mental sehingga sekolah dapat memberikan program pendidikan yang tepat sesuai kebutuhan siswa,” ujarnya.

Identifikasi kondisi sosial-emosional dan konsentrasi belajar dilaksanakan pada hari ketiga MPLS, Rabu (15/7/2026), dan dilanjutkan dengan asesmen literasi serta numerasi. Pada hari yang sama, siswa juga mengikuti identifikasi bakat dan minat yang menjadi bagian dari upaya sekolah memperoleh gambaran awal mengenai potensi setiap peserta didik.

Selain asesmen, siswa baru juga memperoleh materi literasi digital dan sosialisasi mengenai pencegahan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA). Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembagian kelas dan penutupan MPLS.

Adi menjelaskan bahwa masa peralihan dari sekolah dasar menuju sekolah menengah pertama memerlukan perhatian khusus karena siswa menghadapi perubahan, baik dari lingkungan belajar maupun perkembangan diri. Oleh karena itu, berbagai kegiatan selama MPLS dirancang agar sekolah dapat memahami kondisi awal siswa sekaligus membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru.

“Masa transisi dari SD ke SMP membutuhkan persiapan khusus karena siswa menghadapi perubahan pada diri mereka maupun lingkungan belajarnya. Harapannya, siswa dapat memulai babak baru pendidikan dengan baik,” katanya.

Menurutnya, keterlibatan orang tua pada awal pelaksanaan MPLS juga menjadi bagian penting dalam mendukung proses adaptasi siswa. Dukungan moral dari keluarga dinilai dapat memperkuat kolaborasi antara sekolah dan orang tua sekaligus memberikan rasa aman bagi siswa saat memasuki jenjang pendidikan yang baru.

Similar Posts:
Komentar