JIMBARAN – Rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMA Widiatmika Tahun Ajaran 2026/2027 ditutup dengan kegiatan nonton bioskop bersama pada Jumat (17/7/2026). Sebanyak 39 siswa baru bersama 20 pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) mengikuti kegiatan tersebut sebagai ruang refleksi untuk memperkuat nilai empati, tanggung jawab, rasa syukur, kepedulian, serta semangat pantang menyerah sebelum memulai perjalanan belajar di jenjang SMA.
Film yang dipilih adalah Children of Heaven, karya sutradara Majid Majidi. Film asal Iran tersebut mengisahkan dua kakak beradik yang harus bergantian menggunakan sepasang sepatu setelah sepatu sang adik hilang. Melalui cerita sederhana itu, siswa diajak melihat makna kepedulian terhadap keluarga, pentingnya bertanggung jawab atas setiap tindakan, serta belajar mensyukuri hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Panitia MPLS SMA Widiatmika, I Kadek Kusuma Mandala Putra, S.Pd., Gr., mengatakan bahwa pemutaran film dipilih sebagai media pembelajaran karakter karena pesan moral yang disampaikan lebih mudah dipahami dan dihayati oleh siswa melalui alur cerita yang dekat dengan kehidupan.
“Kegiatan menonton film Children of Heaven bertujuan menanamkan nilai empati, tanggung jawab, rasa syukur, kepedulian, dan semangat pantang menyerah kepada peserta didik. Kami juga ingin mengajak mereka memahami dan menerapkan pesan moral yang terkandung dalam film dalam kehidupan sehari-hari maupun di lingkungan sekolah,” ujar Mandala.
Menurutnya, pendidikan karakter tidak selalu harus diberikan melalui ceramah atau penyampaian materi di dalam kelas. Film dapat menjadi media belajar yang mampu membangkitkan empati sekaligus mengajak siswa merefleksikan berbagai nilai kehidupan dari sudut pandang yang berbeda.
Setelah pemutaran film selesai, siswa tidak langsung mengakhiri kegiatan. Mereka diajak melakukan refleksi bersama mengenai berbagai pesan yang diperoleh dari cerita, mulai dari pentingnya saling membantu, menghargai pengorbanan keluarga, bertanggung jawab terhadap setiap keputusan, hingga membangun kepedulian terhadap orang-orang di sekitar mereka. Refleksi tersebut diharapkan membantu siswa menerapkan nilai-nilai yang dipelajari, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun selama berinteraksi di lingkungan sekolah.
Kegiatan nonton bioskop bersama menjadi penutup rangkaian MPLS yang telah berlangsung selama empat hari. Selama masa pengenalan tersebut, siswa baru mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk membantu proses adaptasi sekaligus membangun karakter sejak hari pertama memasuki SMA. Rangkaian kegiatan meliputi pembiasaan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun), asesmen diagnostik akademik, pemetaan minat dan bakat, asesmen bullying dan kesetaraan gender, literasi digital, sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), pengenalan kurikulum, pengenalan sistem administrasi sekolah, hingga sesi inspiratif bersama alumni.
Lewat MPLS, SMA Widiatmika tidak hanya memperkenalkan lingkungan sekolah kepada siswa baru, tetapi juga membekali mereka dengan nilai-nilai yang diharapkan menjadi fondasi selama menempuh pendidikan. Dengan ditutup melalui kegiatan reflektif di bioskop, sekolah berharap para siswa memasuki tahun ajaran baru tidak hanya dengan kesiapan akademik, tetapi juga dengan karakter yang kuat, kepedulian terhadap sesama, serta semangat untuk terus bertumbuh bersama.