Menanam, Berinteraksi dengan Satwa, hingga Menelusuri Sejarah Bali, Begini Cara TK Widiatmika Belajar

DENPASAR – Anak-anak TK A PAUD Widiatmika mendapat kesempatan mengenal alam dan sejarah Bali secara langsung melalui kegiatan outing class ke Agrowisata Tupai Emas dan Monumen Bajra Sandhi, Kamis, 15 Oktober 2026. Mereka mengikuti berbagai aktivitas, mulai dari menanam, memberi makan hewan, hingga mengamati diorama yang menggambarkan perjalanan sejarah masyarakat Bali.

Di Agrowisata Tupai Emas, Peguyangan, Denpasar, anak-anak diperkenalkan pada kegiatan bercocok tanam serta kehidupan satwa di lingkungan agrowisata. Mereka juga mencoba memberi makan hewan, sehingga dapat berinteraksi langsung dengan lingkungan yang menjadi bagian dari pembelajaran hari itu.

Kegiatan kemudian berlanjut ke Monumen Bajra Sandhi, Renon, Denpasar. Di sana, anak-anak menelusuri sejarah Bali melalui diorama yang menampilkan berbagai peristiwa dan kehidupan masyarakat Bali dari masa ke masa. Kunjungan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan sejarah dan budaya daerah kepada anak sejak usia dini.

Kepala PAUD Widiatmika, Ni Made Budiadnyani, S.Pd., mengatakan bahwa kegiatan tersebut dirancang berdasarkan cara belajar anak usia dini yang lebih mudah memahami sesuatu ketika dapat melihat dan mencobanya secara langsung.

“Anak-anak belajar paling bermakna melalui pengalaman nyata. Dengan berinteraksi langsung dengan alam dan mengenal sejarah dan budaya Bali dengan cara yang menyenangkan, anak tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga belajar mencintai lingkungan serta memupuk rasa cinta terhadap daerah dan budaya sendiri,” ujarnya.

Menurut Budiadnyani, kegiatan menanam, berinteraksi dengan satwa, dan mengamati diorama juga memberi kesempatan kepada anak untuk mencoba hal baru di luar lingkungan sekolah. Sekolah berharap pengalaman tersebut dapat membantu anak mengembangkan keberanian, kemandirian, serta kepedulian terhadap lingkungan dan orang lain.

“Bagi kami, outing class bukan sekadar perjalanan, tetapi kesempatan untuk membangun karakter melalui pengalaman nyata,” katanya.

Similar Posts:
Komentar