Dari Mana Makanan Berasal? Siswa TK Widiatmika Cari Tahu Lewat Kunjungan Edukasi

DENPASAR – Dari mana makanan yang dikonsumsi sehari-hari berasal? Pertanyaan ini menjadi dasar kegiatan outing class siswa TK B PAUD Widiatmika yang mengunjungi Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali dan industri Pie Susu Dewata, Jumat, 16 Oktober 2026. Melalui kunjungan tersebut, anak-anak diajak mengenal proses produksi pangan, mulai dari menanam benih hingga mengolah bahan makanan menjadi produk siap konsumsi.

Di BRMP Bali, Pesanggaran, Denpasar, siswa diperkenalkan pada berbagai benih, proses pertumbuhan tanaman, serta pemanfaatan teknologi dalam pertanian. Mereka juga mencoba menanam secara langsung untuk memahami bagaimana tanaman dibudidayakan sebagai salah satu sumber bahan pangan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke industri Pie Susu Dewata. Anak-anak melihat proses pembuatan pie susu sekaligus mencoba beberapa tahap pembuatannya secara sederhana. Pengalaman ini memperkenalkan bagaimana bahan makanan diolah menjadi produk yang dapat dinikmati masyarakat.

Kepala PAUD Widiatmika, Ni Made Budiadnyani, S.Pd., mengatakan bahwa kedua lokasi tersebut dipilih untuk membantu anak memahami perjalanan makanan yang mereka konsumsi. Menurutnya, pengenalan proses produksi pangan sejak usia dini juga menjadi kesempatan untuk memperlihatkan hubungan antara pertanian, teknologi, dan keterampilan manusia.

“Anak perlu memahami bahwa makanan yang mereka konsumsi memiliki proses dan perjalanan yang panjang. Melalui kunjungan ini, anak diajak melihat keterkaitan antara alam, pertanian, teknologi, keterampilan manusia, hingga menjadi produk yang dapat dinikmati,” ujarnya.

Selain memperoleh pengetahuan tentang pangan, siswa juga berlatih menggunakan keterampilan motorik, ketelitian, kreativitas, dan kerja sama melalui kegiatan menanam serta membuat pie susu.

Budiadnyani berharap pengalaman tersebut dapat menumbuhkan penghargaan anak terhadap makanan sekaligus memperkenalkan potensi pertanian dan produk lokal Bali.

“Dari pertanian hingga pie susu, anak belajar menghargai pangan, mengenal teknologi sederhana, serta bangga terhadap produk dan potensi lokal Bali,” katanya.

Similar Posts:
Komentar