Siswa Baru SMP Widiatmika Dibekali Pengetahuan Kesiapsiagaan Bencana dan Kesadaran Kesehatan

JIMBARAN – Pekan pertama tahun ajaran baru di SMP Widiatmika diisi dengan berbagai kegiatan yang tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membekali siswa baru mengenai kesehatan diri dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), siswa mengikuti Cek Kesehatan Gratis (CKG), pengukuran kebugaran, hingga praktik kesiapsiagaan bencana sebagai bagian dari rangkaian pembelajaran awal di sekolah.

Rangkaian tersebut dilaksanakan pada hari kedua MPLS, Selasa (14/7/2026). Sebelum mengikuti pemeriksaan kesehatan, siswa memulai kegiatan dengan Senam Ceria yang disertai pengecekan denyut jantung dan tes fleksibilitas, kemudian mengikuti latihan ketangkasan baris-berbaris (LKBB). Setelah itu, seluruh siswa menjalani Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan di aula sekolah.

Usai pemeriksaan kesehatan, siswa memperoleh pembekalan mengenai kesiapsiagaan bencana. Materi yang diberikan meliputi pengenalan berbagai jenis ancaman, langkah-langkah kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat, serta praktik kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengenalan kurikulum dan sosialisasi kegiatan ekstrakurikuler.

Ketua Panitia MPLS SMP Widiatmika, I Putu Adi Susanta, S.Or., mengatakan berbagai kegiatan selama MPLS disusun untuk membantu sekolah mengenali kondisi awal setiap siswa sekaligus mempersiapkan mereka memasuki lingkungan belajar yang baru.

“Kegiatan tersebut sangat penting agar sekolah dapat mengetahui kondisi tiap calon siswa, mulai dari faktor fisik dan mental sehingga sekolah dapat memberikan program pendidikan yang tepat sesuai kebutuhan siswa,” ujarnya.

Selama tiga hari pelaksanaan MPLS, siswa baru juga mengikuti pengenalan lingkungan sekolah, penguatan karakter, asesmen literasi dan numerasi, identifikasi kondisi sosial-emosional, identifikasi bakat dan minat, literasi digital, serta sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA). Seluruh rangkaian tersebut menjadi bagian dari pembekalan awal sebelum siswa memulai kegiatan belajar mengajar secara reguler.

Similar Posts:
Komentar