MANGUPURA – SMP Widiatmika kembali mencatatkan capaian membanggakan melalui salah satu siswanya, I Putu Gede Richie Aryantara, yang kerap disapa Tu De, yang terpilih sebagai Duta Anak Badung (Persahabatan) Tahun 2026. Pencapaian ini diraih setelah melalui proses seleksi yang panjang dan kompetitif, melibatkan 166 peserta dari seluruh Kabupaten Badung.
Perjalanan Tu De bermula dari keterlibatannya sebagai Ketua Forum Anak Kecamatan Kuta Selatan. Dari sana, ia mendapat dorongan untuk mengikuti Pemilihan Duta Anak Badung 2026. Kesempatan tersebut tidak datang dari rasa paling siap, melainkan dari keinginan untuk mencoba dan membuktikan diri di ruang yang lebih luas.
Proses seleksi yang dijalani tidak sederhana. Pada tahap awal, Tu De mengikuti wawancara bersama berbagai pihak, mulai dari pengurus Forum Anak Daerah hingga Duta Anak Badung tahun sebelumnya. Ia kemudian berhasil melangkah ke 25 besar, meskipun pada tahap itu ia mengaku mulai meragukan kemampuannya sendiri.
Tahapan berikutnya semakin menuntut kesiapan, baik secara mental maupun materi. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan seperti mancakrida, sidang komisi pembentukan “Suara Anak Badung”, hingga tes lanjutan berupa motion challenge, deep interview, dan penyusunan program. Dari seluruh proses tersebut, Tu De berhasil melaju hingga 10 besar finalis dan mengikuti pra-karantina selama dua minggu sebelum puncak final.
Menurutnya, bagian yang paling menantang justru berada pada masa persiapan. Ia harus menjalani rutinitas yang cukup padat setiap hari, termasuk perjalanan menuju lokasi kegiatan, pulang malam, serta tetap mempelajari materi terkait hak-hak anak.
“Yang paling menantang justru saat persiapan, karena saya harus melawan diri sendiri di tengah ritme yang cukup padat,” ungkap Tu De.
Saat namanya diumumkan sebagai Duta Persahabatan Anak Badung 2026, ia mengaku tidak menyangka. Di antara para finalis yang menurutnya memiliki kemampuan yang kuat, ia sempat merasa belum cukup yakin dengan dirinya sendiri. Namun, proses yang telah dijalani menjadi bekal untuk melangkah lebih percaya diri.
Bagi Tu De, peran Duta Anak tidak berhenti pada gelar. Ia memahami posisinya sebagai perwakilan suara anak-anak di Kabupaten Badung. Melalui sidang komisi yang diikuti pada tahap seleksi, ia turut menyusun “Suara Anak Badung” yang kemudian disampaikan kepada pemerintah sebagai bentuk aspirasi anak.
Di luar perannya sebagai Duta Anak, Tu De dikenal aktif di bidang seni sejak usia dini. Ketertarikannya pada dunia pedalangan dimulai sejak usia lima tahun, yang kemudian berkembang ke berbagai bidang seperti mesatua Bali, megambel, hingga menjadi pembawa acara dalam berbagai kegiatan. Aktivitas tersebut juga membawanya terlibat dalam pementasan seni bersama sanggar, termasuk tampil dalam tari kecak.
Pengalaman tampil yang terus bertambah membawanya ke panggung yang lebih luas. Ia bahkan pernah berduet dengan penyanyi Bali, Bagus Wirata, dalam dua kesempatan, yaitu pada Graduation Widiatmika 2024 dan Jimbaran Education Festival 2026.
Di lingkungan sekolah, Tu De juga aktif sebagai Wakil Ketua OSIS SMP Widiatmika masa bakti 2024/2025 serta terpilih sebagai Duta Literasi tahun 2024. Ia juga meraih Juara 2 dan Juara 3 dalam lomba mesatua Bali tingkat kabupaten. Berbagai peran tersebut dijalani bersamaan dengan tanggung jawabnya sebagai pelajar.
Dalam kesehariannya, ia menerapkan skala prioritas untuk membagi waktu antara sekolah, keluarga, organisasi, dan kegiatan seni. Sekolah tetap menjadi fokus utama, diikuti dengan tanggung jawab lain yang dijalani secara bertahap.
Perjalanan Tu De juga tidak lepas dari dukungan lingkungan sekitar. Orang tua memberikan ruang untuk mengembangkan berbagai minatnya, sementara di sekolah, I Wayan Adi, S.Pd., menjadi salah satu sosok yang banyak memberikan arahan dan dukungan sejak awal, termasuk saat ia mengikuti seleksi Duta Anak Badung.
Ke depan, Tu De ingin terus mengembangkan kemampuan di bidang seni dan public speaking, serta menjadi pribadi yang dapat memberikan dampak positif bagi orang di sekitarnya.
“Hadapi segala ketakutan dan percayalah, itu adalah awal yang sangat manis untukmu, sang penjelajah!” tutupnya.